Skip to content
You are here:
DPRD Ende Desak Kejari Usut Tuntas Kasus DAK PDF Print E-mail
Written by Paul SinlaEloE   
Selasa, 29 Mei 2007
Antara-DPRD Kabupaten Ende mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp7 miliar bidang pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ende, Flores. Jika ditemukan adanya penyimpangan keuangan yang merugikan negara, agar di proses sesuai hukum, kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Ende, HA. Djamal Humris, BBM, di Kupang, Senin.
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan laporan adanya indikasi penyimpangan keuangan negara dalam pengelolaan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp7,9 miliar lebih di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende tahun 2006. Sesuai petunjuk, kata anggota Fraksi Partai Golkar ini, dana itu dicairkan oleh bendahara umum Setda Kabupaten Ende langsung ke-32 sekolah penerima. Hanya, lanjut dia, dalam kenyataannya dicairkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende baru disalurkan ke sekolah-sekolah penerima. “Kita mendukung penuh langkah Kejari Ende untuk mengusut tuntas kasus ini. Kalau memang benar ada penyimpangan keuangan yang merugikan negara supaya di proses sesuai dengan hukum,” katanya.

Djamal Humris juga meminta Kadis Dikbud Ende, Drs. Don Bosco Wangge untuk fokus pada persoalan yang dihadapi di instansi yang dipimpinnya, dan tidak mengalihkan persoalan ke instansi lain. “Saya minta Kadis Dikbud supaya fokus pada persoalan yang dihadapinya, menyangkut terungkapnya dugaan korupsi dana DAK, seperti yang sudah disampaikan Kejari Ende. Tidak perlu bias pada hal-hal lain yang bukan kewenangannya,” katanya. Don Bosco Wangge meminta Kejari Ende untuk tidak tebang pilih dalam menangani kasus korupsi di Ende, seperti kasus dugaan korupsi dana Purnabhati DPRD Ende. Dalam kaitan dengan dana Purnabhati, kata HA. Djamal Humris, bukan menjadi urusan Kadis Dikbud, apalagi sudah ada penyelesaian bersama pemerintah pusat. Dia juga meminta Kejari Ende untuk tidak terpengaruh dengan pernyataan Kadis Dikbud Ende, tetapi melanjutkan penyelidikan atas dugaan korupsi dana pendidikan di wilayah itu.
 
< Prev   Next >
Advertisement

Event Berikutnya

Belum ada event yang akan dilaksanakan
Event Terakhir
Perencanaan Strategis Watch Terminal
Pebruari 25 (08:00) - Pebruari 27, 2008
Tempat: Komplek Satunama, Jogja

Semiloka Nasional Watch Terminal
Mei 8 (11:00) - Mei 11, 2007
Tempat: Hotel Dibia, Kuta, Bali

Pelatihan Advokasi Anggaran
Mei 8 (09:00) - Mei 11, 2007
Host: Simalungun Corruption Watch

Diskusi Publik Tentang PP 37/2006
Januari 29, 2007 (09:00)
Host: LPPI Solok. Tempat: Gedung Solok Nan Indah Kab. Solok, Sumbar

Watch Market Place
November 27 (08:00) - November 29, 2006
Lokasi: Desa Wisata Tanjung Jogjakarta

Lihat Full Kalender

YM! Status

WT Contact Person/CH
(Metta)


Clearing House Team
(Kiki)


Kontak Sumatera
(Samaratul Fuad)


Kontak Kalimantan
(Firman Yusi)


Kontak Jawa Bagian Tengah
(Alif)


Kontak Nusa Tenggara
(Paul)


Kontak Sulawesi
(Haikal)


Language Selection

  • Indonesia --
  • English

Services

Watchbase
Download
Forum
Pustaka

Milis WT

Silahkan masukan alamat e-mail Anda pada kolom di bawah ini untuk bergabung di milis Watch Terminal.


Login Form

Who's Online

We have 75 guests online

Member Online

No Users Online

Last Login

lipkoliksa
(2010-07-31 04:17:41)
Albina_powwer
(2010-07-30 23:50:35)
madzoombax
(2010-07-30 20:22:22)
Docfimi STOKE
(2010-07-30 20:16:16)
fax Lopez
(2010-07-30 19:27:33)

Total Users

3832 registered
3 today
95 this week
453 this month
Last: lipkoliksa
Visits today: 29
Visits yesterday: 195
Visits month: 4522
Bots today: 32
Total Visitors:

Quote...

Money and corruption are ruining the land, crooked politicians betray the working man, pocketing the profits and treating us like sheep, and we're tired of hearing promises that we know they'll never keep!
-Ray Davies