Skip to content
You are here:
Dana Pengobatan Walikota Kupang Dibidik KEJATI PDF Print E-mail
Written by Paul SinlaEloE   
Selasa, 29 Mei 2007
ANTARA - Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai “membidik” kasus alokasi dana sebesar Rp2 miliar oleh DPRD Kota Kupang untuk membiayai pengobatan Walikota S.K Lerik di Rumah Sakit Mounth Elisabeth Singapura. “Saya ingin menyampaikan bahwa soal alokasi dana Rp2 miliar untuk biaya pengobatan Walikota Kupang, S.K Lerik itu kita akan segera memulai penyelidikan,” kata Plt. Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi NTT, Carlos de Fatimah, SH, di Kupang, Jumat.
Dia mengatakan, saat ini Kejaksaan Tinggi masih pada tahap pengumpulan keterangan dan bukti-bukti awal untuk memulai penyelidikan. Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Rudy Tonubessy yang dihubungi terpisah menegaskan, secara kelembagaan, DPRD tidak pernah membahas alokasi dana sebesar Rp2 miliar untuk biaya pengobatan Walikota Kupang S.K Lerik. Alokasi dana tersebut hanya berdasarkan persetujuan Ketua DPRD Kota Kupang, Dominggus Bolla dan sejauh ini tidak pernah dilaporkan kepada dewan, katanya. Karena itu, DPRD secara kelembagaan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban seputar penggunaan dana tersebut, baik oleh Kejaksaan Tinggi maupun Kepolisian.

“Silakan saja, tetapi saya ingin menegaskan bahwa, alokasi dana sebesar Rp2 miliar untuk biaya pengobatan S.K Lerik sama sekali diluar sepengetahuan DPRD,” katanya. Menurut dia, setelah Departemen Dalam Negeri tidak menyetujui alokasi dana untuk biaya pengobatan S.K Lerik, semua anggota DPRD Kota Kupang sempat diundang untuk membahas masalah ini tetapi ditolak. Dia mengatakan, jika Kejaksaan Tinggi NTT berkeinginan untuk melakukan penyelidikan terhadap alokasi dan penggunaan dana tersebut, maka bisa ditanyakan langsung kepada pihak-pihak yang mengetahui alokasi dana tersebut. Rudy Tonubessy mengatakan, sejak awal telah menghimbau kepada pemerintah Kota Kupang untuk mengembalikan dana tersebut ke kas daerah, karena cepat atau lambat bisa berdampak pada masalah hukum. Namun, sejauh ini belum diketahui apakah dana tersebut sudah dikembalikan ke kas daerah atau belum. “Bisa ditanyakan kepada pemerintah Kota Kupang,” katanya.
 
< Prev   Next >
Advertisement

Event Berikutnya

Belum ada event yang akan dilaksanakan
Event Terakhir
Perencanaan Strategis Watch Terminal
Pebruari 25 (08:00) - Pebruari 27, 2008
Tempat: Komplek Satunama, Jogja

Semiloka Nasional Watch Terminal
Mei 8 (11:00) - Mei 11, 2007
Tempat: Hotel Dibia, Kuta, Bali

Pelatihan Advokasi Anggaran
Mei 8 (09:00) - Mei 11, 2007
Host: Simalungun Corruption Watch

Diskusi Publik Tentang PP 37/2006
Januari 29, 2007 (09:00)
Host: LPPI Solok. Tempat: Gedung Solok Nan Indah Kab. Solok, Sumbar

Watch Market Place
November 27 (08:00) - November 29, 2006
Lokasi: Desa Wisata Tanjung Jogjakarta

Lihat Full Kalender

YM! Status

WT Contact Person/CH
(Metta)


Clearing House Team
(Kiki)


Kontak Sumatera
(Samaratul Fuad)


Kontak Kalimantan
(Firman Yusi)


Kontak Jawa Bagian Tengah
(Alif)


Kontak Nusa Tenggara
(Paul)


Kontak Sulawesi
(Haikal)


Language Selection

  • Indonesia --
  • English

Services

Watchbase
Download
Forum
Pustaka

Milis WT

Silahkan masukan alamat e-mail Anda pada kolom di bawah ini untuk bergabung di milis Watch Terminal.


Login Form

Who's Online

We have 47 guests online

Member Online

No Users Online

Last Login

lipkoliksa
(2010-07-31 04:17:41)
Albina_powwer
(2010-07-30 23:50:35)
madzoombax
(2010-07-30 20:22:22)
Docfimi STOKE
(2010-07-30 20:16:16)
fax Lopez
(2010-07-30 19:27:33)

Total Users

3832 registered
3 today
95 this week
453 this month
Last: lipkoliksa
Visits today: 29
Visits yesterday: 195
Visits month: 4522
Bots today: 32
Total Visitors:

Quote...

Money and corruption are ruining the land, crooked politicians betray the working man, pocketing the profits and treating us like sheep, and we're tired of hearing promises that we know they'll never keep!
-Ray Davies