|
TENTANG ORGANISASI PENGAWASAN
TIDAK HANYA ADA DI INDONESIA!
Organisasi Pengawasan tidak hanya ada di Indonesia! Kita dapat menjumpai organisasi ini di hampir semua negara, mulai dari negara yang sudah stabil dan demokratis sampai negara-negara yang masih dalam masa transisi, dari negara kaya sampai negara miskin. Organisasi inipun bervariasi dari organisasi kecil dengan inisiatif yang masih minim dan fokus local, sampai organisasi besar yang terlembagakan secara global seperti Transparency International atau International Corruption Watch.
TUNTUTAN YANG SIGNIFIKAN!
Keberadaan Organisasi Pengawasan yang tersebar luas membuktikan adanya tuntutan yang signifikan terhadap aktivitas mereka. Ini disebabkan oleh fakta bahwa dimana ada kekuatan politik atau finansial, ada (paling tidak) godaan untuk menyalahgunakan kekuasaan, mengeksploitasinya untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan umum, dan atau untuk penyalahgunaan kekuasaan yang sewenang-wenang.
FUNGSI-FUNGSI PENTING!
Disamping proses formal checks and balance atau control (legislatif – eksekutif – judikatif, pemerintah – oposisi, pemerintah pusat – pemerintah daerah, kompetisi partai politik, dll.) Organisasi Pengawasan memiliki fungsi penting dalam mengawasi dan mengontrol semua kegiatan resmi (negara) yang berdampak pada kesejahteraan dan kebaikan umum.
Sementara fungsi kontrol formal menjadi tanggung jawab badan legislatif terpilih, Organisasi Pengawasan menunjukkan kontrol mereka dengan cara tidak langsung. Mereka akan mengingatkan penguasa akan tugas-tugasnya, nilai-nilai, dan praktek-praktek yang benar seperti yang tertulis dalam Undang-undang. Sebagai tambahan, mereka akan melakukan fungsi kontrol melalui informasi yang relevan dan reliabel, dokumentasi, konsultasi, sebagian partisipasi dalam proses pengambilan keputusan politik (biasanya terbatas pada isu lokal). Dalam kasus atau hal khusus, advokasi dan lobby untuk mempertahankan interes publik biasanya akan menjadi fungsi penting.
KREATIF, KONSTRUKTIF, DAN BERKOMITMEN PADA GOOD GOVERNANCE!
Mengawasi dan mengontrol saja tentu tidak cukup untuk menjadi Organisasi Pengawasan yang berhasil. Mengkritik saja jauh dari cukup untuk melawan. Organisasi Pengawasan yang bertanggung jawab menuju ke arah solusi yang kreatif dan konstruktif dan menjadi contoh dalam praktek pemerintahan yang baik (good governance), yaitu: mengedepankan partisipasi, aturan hukum, transparansi, responsif, kesetaraan, visi strategis, efektivitas dan efisiensi, profesionalisme, akuntabilitas dan supervisi. Dengan melakukan hal-hal tersebut, berarti mereka melakukan tugas sosialisasi politik dan demokratisasi.
BUKAN KERJASAMA, TAPI MALAH FRAGMENTASI!
Meskipun tidak ada data yang pasti mengenai jumlahnya (di Indonesia maupun di skala global), kami memiliki akumulasi data lebih dari 160 Organisasi Pengawasan itu sendiri (lihat WATCHBase kami). Sayangnya, yang sering terjadi diantara mereka adalah fragmentasi, bukan sinergi untuk mengimplementasikan visi-misi mereka supaya lebih berhasil, efektif dan efisien.
PROFESIONELISME JANGKA PANJANG, TIDAK FLUKTUATIF!
Organisasi Pengawasan yang berhasil itu menuntut pengetahuan, pemahaman, pengalaman dan ketrampilan ditingkat organisasi (alat manajemen diri dan perencanaan) dan merealisasikan misi mereka (misalnya analisis, komunikasi, kampanye media, alat pemroses data, dll.). Kapasitas itu harus dikembangkan dan dijaga sepanjang waktu.
WATCH TERMINAL BERTUJUAN MENDUKUNG SEMUA WATCH ORGANIZATION DI INDONESIA DALAM SEMUA ASPEK YANG DISEBUT DIATAS!
|