Skip to content
You are here:
Kejaksaan Sidik Korupsi di Pertamina Makassar PDF Print E-mail
Written by Tribun-Timur.Com   
Jumat, 11 April 2008
Makassar, Tribun - Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar saat ini sedang mengintensifkan penyidikan kasus dugaan korupsi di tubuh Koperasi PT Pertamina Unit Pemasaran (UPms) BBM dan Ritel Region X Makassar. Tim penyidik kasus tersebut telah mengirim berkas dugaan korupsi di tubuh Koperasi Pertamina tersebut ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Makassar. Tujuannya untuk diperoleh hitungan jumlah kerugian negara yang tepat pada kasus tersebut. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Makassar Amir Syarifuddin mengungkapkan hal itu, Rabu (9/4). "BPKP masih menghitung. Mudah-mudahan hasil hitungannya bisa segera terima hasilnya," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Belum ada yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Namun Syarifuddin berjanji, jika hasil hitungan BPKP tersebut sudah ada, maka segera timnya mengekspose kembali kasus tersebut. Ekspose ini untuk menentukan siapa saja yang pantas dijadikan tersangka untuk kemudian diseret ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Amir menjelaskan, pada kasus tersebut ada dua item yang diduga telah terjadi penyimpangan yang dilakukan pengurus Koperasi Pertamina. Kedua item itu adalah terkait pengadaan tanah seluas 1.200 meter persegi yang dibeli koperasi.
Lahan tersebut berlokasi di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar. Pada item ini, pengurus diduga me-mark-up harga pembelian tanah. Harga yang tercantum di laporan sangat tinggi. Padahal realitasnya berbeda yang diterima pemilik lahan.

Item kedua yakni pembangunan fisik gedung koperasi. Menurut Syarifuddin, pada item ini, diduga pembiayaan pembangunan tersebut tak lagi sesuai rencana anggaran biaya (RAB) semula. Total dana yang dikeluarkan oleh koperasi untuk kedua item pengeluaran tersebut sebanyak Rp 1,2 miliar.

Lupa Nama yang Telah Diperiksa

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Makassar Amir Syarifuddin mengatakan pihaknya telah merampungkan penyidikan kasus tersebut. alam penyidikan kasus tersebut, kejaksaan telah memeriksa ketua dan para pengurus koperasi, pemenang tender, dan warga pemilik lahan yang dibeli koperasi tersebut.

Namun siapa-siapan nama mereka yang telah diperiksa, Syarifuddin mengaku lupa. "Saya lupa semua namanya. Sebab banyak orang yang telah kami periksa. Tapi kalau sudah ada jelas tersangkanya, pasti kami sampaikan ke media," ujar Amir Syarifuddin.
 
< Prev   Next >
Advertisement

Event Berikutnya

Belum ada event yang akan dilaksanakan
Event Terakhir
Perencanaan Strategis Watch Terminal
Pebruari 25 (08:00) - Pebruari 27, 2008
Tempat: Komplek Satunama, Jogja

Semiloka Nasional Watch Terminal
Mei 8 (11:00) - Mei 11, 2007
Tempat: Hotel Dibia, Kuta, Bali

Pelatihan Advokasi Anggaran
Mei 8 (09:00) - Mei 11, 2007
Host: Simalungun Corruption Watch

Diskusi Publik Tentang PP 37/2006
Januari 29, 2007 (09:00)
Host: LPPI Solok. Tempat: Gedung Solok Nan Indah Kab. Solok, Sumbar

Watch Market Place
November 27 (08:00) - November 29, 2006
Lokasi: Desa Wisata Tanjung Jogjakarta

Lihat Full Kalender

YM! Status

WT Contact Person/CH
(Metta)


Clearing House Team
(Kiki)


Kontak Sumatera
(Samaratul Fuad)


Kontak Kalimantan
(Firman Yusi)


Kontak Jawa Bagian Tengah
(Alif)


Kontak Nusa Tenggara
(Paul)


Kontak Sulawesi
(Haikal)


Language Selection

  • Indonesia --
  • English

Services

Watchbase
Download
Forum
Pustaka

Milis WT

Silahkan masukan alamat e-mail Anda pada kolom di bawah ini untuk bergabung di milis Watch Terminal.


Login Form

Who's Online

We have 3 guests online

Member Online

No Users Online

Last Login

Arronosax
(2010-03-10 17:52:55)
invosolfell
(2010-03-10 16:54:59)
neepsysynCMaw
(2010-03-10 16:01:32)
Lochecillssa
(2010-03-10 09:56:57)
donnawlveld
(2010-03-10 08:33:12)

Total Users

2452 registered
9 today
32 this week
148 this month
Last: YYadan
Visits today: 134
Visits yesterday: 134
Visits month: 1417
Bots today: 96
Total Visitors:

Quote...

Money and corruption are ruining the land, crooked politicians betray the working man, pocketing the profits and treating us like sheep, and we're tired of hearing promises that we know they'll never keep!
-Ray Davies