| Korupsi Bulog Lampung Rugikan Negara Rp1 Miliar |
|
|
|
| Ditulis oleh Kapanlagi.com | |
| Jumat, 11 April 2008 | |
|
Kapanlagi.com - Kasus dugaan korupsi pengadaan gabah dan beras ribuan ton di Perum Bulog Devisi Regional Lampung Tengah, merugikan negara Rp1,01 miliar, kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Lampung, Rawan MS.
"Kasus itu melibatkan salah seorang pejabat di Perum Bulog setempat yakni Eko Hartoto dan pemilik gudang penyimpanan gabah dan beras di Kota Metro, Lampung, Sutoto," katanya di Bandar lampung, Selasa. Ia menyebutkan Kejati Lampung, pada Senin (3/3) menahan kedua tersangka kasus dugaan korupsi di Perum Bulog Divre Lampung Tengah tersebut. Sebelumnya Kejati Lampung, pada Selasa (20/2) lalu menetapkan Eko Hartoto, yang menjabat Kepala Gudang Semi Permanen Ganjar Agung, Kota Metro dan pemilik gudang Sutoto sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Ia menjelaskan, Bulog Subdivre Lampung Tengah, pada tahun anggaran 2005-2006 melakukan kegiatan pengadaan gabah yang dilaksanakan dalam bentuk kerja sama dengan penggilingan padi milik tersangka Sutoto. Penyimpangan yang dilakukan oleh kedua tersangka itu katanya yakni Bulog Subdivre Lampung Tengah, memiliki gabah sebanyak 2.400 ton. "Sebanyak 1.950 ton gabah telah digiling di penggilingan milik Sutoto, sisanya 450 ton gabah tidak digiling. Namun oleh tersangka sisa gabah itu dikeluarkan tanpa Delivery Order (DO)," tambahnya. Selain itu beras hasil penggilingan sebanyak 4.430 kg tidak bisa dipertanggungjawabkan, akibatnya negara dirugikan sekitar Rp1,01 miliar. Terkait penahanan tersangka, Aspidsus itu menegaskan penahanan terhadap mereka karena untuk mempermudah proses penyidikan kasus korupsi tersebut. "Kedua tersangka sekarang dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Way Hui, Bandar lampung.," jelasnya. Sebelumnya pada Senin (11/2) lalu, Kejati Lampung juga menahan Kepala Bidang Komersial Perum Bulog Regional Lampung, Zawardin dan Kepala Seksi Perdagangan, Abdul Wachid, tersangka kasus kegiatan komersial perdagangan beras di Perum Bulog Divisi Regional Lampung, senilai Rp772,500 juta. (*/cax) |
| < Sebelumnya | Berikut > |
|---|
![]() |
lipkoliksa (2010-07-31 04:17:41) |
![]() |
Albina_powwer (2010-07-30 23:50:35) |
![]() |
madzoombax (2010-07-30 20:22:22) |
![]() |
Docfimi STOKE (2010-07-30 20:16:16) |
![]() |
fax Lopez (2010-07-30 19:27:33) |
![]() | 3832 registered |
![]() | 3 today |
![]() | 95 this week |
![]() | 453 this month |
![]() | Last: lipkoliksa |
| Visits today: | 27 |
| Visits yesterday: | 195 |
| Visits month: | 4520 |
| Bots today: | 30 |
Total Visitors: ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Money and corruption are ruining the land, crooked politicians betray the working man, pocketing the profits and treating us like sheep, and we're tired of hearing promises that we know they'll never keep!
-Ray Davies