Skip to content
You are here:
Lagi, Kejati Temukan Proyek Fiktif Rp 1,2 M PDF Print E-mail
Written by HarianRakyatBengkulu.Com   
Jumat, 11 April 2008
BENGKULU – Jaksa di Kejati Bengkulu lagi gencar-gencarnya menyidik proyek yang terindikasi korupsi. Sebelumnya membeberkan hasil temuan pada Proyek Penanggulangan Bencana Alam (PPBA) jenis drainase senilai Rp 994 juta. Kamis (7/3) lalu tim penyidik Kejati kembali menemukan proyek bermasalah jenis bronjong atau pelapis tebing senilai Rp 1,2 miliar. Dalam pengerjaannya, proyek yang berlokasi di desa Lubuk Sini Kecamatan Taba Penanjung ini hanya terdapat 7 titik dari 9 titik. 1 titik fiktif, 1 lagi batal lantaran lokasinya tidak mendukung. Tak hanya itu, volume bronjong setelah dihitung ternyata berkurang 40 persen dari RAB ( rancangan anggaran biaya), serta bronjong yang dibangun tak menggunakan pelapis dari beton.

Ini terungkap saat tim dari Kejati yang dikoordinir Enang Sutardi, SH, M.Hum, Batman Wasil, S.Pd, SH, Metrayanto, A.Md didampingi Kasi Penkum Humas Santosa Hadipranawa, SH bersama-sama tim dari BPKP perwakilan Provinsi Bengkulu yang dikoordinir Indriyo Husodo, LPJKD Provinsi yang dikoordinir Ir. Harisman dan Balai Penguji Konstruksi Dinas PU Provinsi yang dikoordinir Ir. Sutrisno, mengecek langsung bangunannya pada Kamis (6/3) lalu.

Menggunakan mobnas Kejati, tim harus menempuh jalan berbatu, menanjak dan menikung selama 1 jam untuk sampai ke lokasi. Dikatakan Kajati Bengkulu Patuan Siahaan, SH melalui Kasi Penkum Humas Santosa Hadipranawa, SH, temuan-temuan yang ada bakal melengkapi berkas penyidikan. Selanjutnya, tim penyidik memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi yang terlibat dalam proyek yang menguras APBD Provinsi Bengkulu ini.

“Ya, inikan sama seperti sebelumnya. Untuk melengkapi berkas penyidikan, tim dari kami harus turun dan mengecek kondisi proyeknya. Kalau sudah rampung, baru kita melangkah pada pemeriksaan saksi-saksi. Jika tak ada halangan, akhir bulan ini kita sudah laksanakan itu (pemanggilan saksi,red). Sangat disayangkan proyek yang diprioritaskan untuk menanggulangi bencana alam ini, tapi bangunannya asal-asalan,” kata Santosa.

Mengenai kemungkinan saksi yang dipanggil, Santosa menjawab singkat. “Yang pasti semua elemen yang terlibat dalam proyek. Seperti Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatannya (PPTK), kontraktor, pengawas lapangan, bendahara, dan asisten umum. Saat ini kita belum bisa merinci, jumlah penyimpangan dananya,” lanjut Santosa.

Untuk diketahui, tim Kejati sudah memulai penyidikan terhadap kasus penyimpangan PPBA sejak pertengahan bulan Februari lalu. Setelah mengumpulkan data-data mengenai proyek, tim melanjutkannya dengan pemeriksaan langsung ke lapangan.

Lantas, apa tanggapan kontraktor proyek bronjong yang mulai dibangun pada bulan Juli 2007 sampai Februari 2008 ini? Kepada RB, Sy yang juga pimpinan PT. SNM membantah kalau proyeknya bermasalah. “Saya hanya menjalankan tugas sebagai pelaksana teknis. Dan sesuai tugas, saya sudah kerjakan semua.

Kalau masalah kontrak, itu diurus oleh Ik yang menjabat sebagai asisten umum PPTK. Saya terus terang saja, baru melihat kontrak kerja, setelah pengerjaan berjalan 6 bulan,” jelas Sy yang hadir dalam pengecekan tersebut. Tak hanya Sy, tim Kejati juga menghadirkan Di selaku pengawas proyek dan Se selaku PPTK untuk bersama-sama mengecek kondisi bangunan yang sebenarnya, apakah sesuai dengan yang tertera di dalam raf atau tidak.

Sepanjang pemeriksaan fisik proyek yang lokasinya berjarak sekitar 15 Km dari jalan lintas Bengkulu-Curup ini, baik Sy, Se dan Di tampak santai seakan pengerjaannya benar-benar tidak ada masalah. Bahkan ketika tim menanyakan, kenapa 1 titik tidak jadi bangun, Sy langsung ngotot.

“Lah, itukan ada di dalam laporan pak. Lokasinya tidak mendukung, tanahnya terlalu curam. Jadi terpaksa kami pindahkan,” tukas Sy. Mendengar ini, terang saja tim kesal. “Itukan pembelaan anda, walaupun dibatalkan kami tetap harus melihat. Karena temuan ini akan dimasukkan ke dalam berkas penyidikan. Jadi tolong jangan persulit kami,” jawab Santosa.

Berbeda dengan pengecekkan drainase, yang harus menggali dasarnya untuk membuktikan ada tidaknya cerucuk atau penopang. Metode yang digunakan tim terbilang sederhana, hanya pengukuran dan visual. “Memang kita tidak perlu repot untuk mengecek ini.

Cukup mengukur menggunakan meteran proyek, apakah panjang lebar serta tingginya sesuai dengan RAB atau tidak. Selain itu juga, dengan visual saja kita sudah mengetahui bahwa bangunan ini tak menggunakan pelapis beton seperti di dalam RAB. Anda bisa lihat sendiri kan, kalau seperti ini, hanya ditempel-tempel saja,” ujar Ir. Harisman, dari LPJKD. Pemeriksaan baru berakhir sekitar pukul 15.35 WIB.(lid)
 
Next >
Advertisement

Event Berikutnya

Belum ada event yang akan dilaksanakan
Event Terakhir
Perencanaan Strategis Watch Terminal
Pebruari 25 (08:00) - Pebruari 27, 2008
Tempat: Komplek Satunama, Jogja

Semiloka Nasional Watch Terminal
Mei 8 (11:00) - Mei 11, 2007
Tempat: Hotel Dibia, Kuta, Bali

Pelatihan Advokasi Anggaran
Mei 8 (09:00) - Mei 11, 2007
Host: Simalungun Corruption Watch

Diskusi Publik Tentang PP 37/2006
Januari 29, 2007 (09:00)
Host: LPPI Solok. Tempat: Gedung Solok Nan Indah Kab. Solok, Sumbar

Watch Market Place
November 27 (08:00) - November 29, 2006
Lokasi: Desa Wisata Tanjung Jogjakarta

Lihat Full Kalender

YM! Status

WT Contact Person/CH
(Metta)


Clearing House Team
(Kiki)


Kontak Sumatera
(Samaratul Fuad)


Kontak Kalimantan
(Firman Yusi)


Kontak Jawa Bagian Tengah
(Alif)


Kontak Nusa Tenggara
(Paul)


Kontak Sulawesi
(Haikal)


Language Selection

  • Indonesia --
  • English

Services

Watchbase
Download
Forum
Pustaka

Milis WT

Silahkan masukan alamat e-mail Anda pada kolom di bawah ini untuk bergabung di milis Watch Terminal.


Login Form

Who's Online

We have 10 guests online

Member Online

No Users Online

Last Login

Arronosax
(2010-03-10 17:52:55)
invosolfell
(2010-03-10 16:54:59)
neepsysynCMaw
(2010-03-10 16:01:32)
Lochecillssa
(2010-03-10 09:56:57)
donnawlveld
(2010-03-10 08:33:12)

Total Users

2452 registered
9 today
32 this week
148 this month
Last: YYadan
Visits today: 134
Visits yesterday: 134
Visits month: 1417
Bots today: 98
Total Visitors:

Quote...

Money and corruption are ruining the land, crooked politicians betray the working man, pocketing the profits and treating us like sheep, and we're tired of hearing promises that we know they'll never keep!
-Ray Davies